Kamis, 06 Maret 2014

Problematis Pemilih Pemula



Tanggal 9 April pesta demokrasi dimulai. Semua rakyat bersuka cita menyambutnya. Ada yang senang, berdebar-debar, sedih dan bingung. Senang dan berdebar-debar mungkin dirasakan dikalangan para calon legislatif. Sedih akan dirasakan dikalangan rakyat yang tidak bisa berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi. Dan yang bingung akan dirasakan bagi pemilih pemula.
Bagi pemilih pemula ini sangat membingungkan. Karena pada masa kampanye banyak sekali poster-poster yang bertebaran di jalanan dan di sudut kota. Jumlahnya pun tidak terhitung ada berapa ratus orang yang terdaftar menjadi calon legislatif. Bingung harus milih yang mana? Kalau milih yang ini bakal memihak ke rakyat gak? Apa Cuma mementingkan diri sendiri aja? Banyak sekali faktor para pemilih pemula enggan memberikan hak suaranya di pesta demokrasi. Atau biasa disebut juga dengan golput. Ini beberapa faktor-faktornya :
1.      Tidak adanya informasi tentang calon legislatif di daerah pemilihan pemula.
2.      Tidak adanya rasa kepercaya yang diberikan oleh pemilih pemula kepada calon legislatif. Karena rata-rata calon legislatif hanya bermodal materi bukan pendidikan yang tinggi.
3.      Terlalu banyak partai, calon legislatif yang bisa membingungkan pemilih saat memcoblos.
4.      Kurangnya informasi riwayat hidup calon legislatif. Sehingga tidak tahu asal usul dari mana calon legislatif.
5.      Tidak adanya blusukan kepada masyarakat , bagaimana mau dipilih sama rakyat? Jika calon legislatifnya saja tidak tahu permasalah rakyat yang sebenarnya.
6.      Sebagian calon legislatif tidak memiliki pekerjaan tetap dan ini berkemungkinan untuk mencari peluang untuk korupsi. Walaupun tidak semuanya calon legislatif.
Mungkin faktor diatas hanya segelintir saja dari permasalahan dari pesta demokrasi. Masih banyak lagi permasalahan yang membuat pemilih pemula enggan untuk berpartisipasi dalam memberikan hak suaranya. Sedangkan pemilih pemula lebih mendominasi dari jumlah penduduk Indonesia. Banyangkan saja jika pemilih pemula tidak memberikan hak suaranya. Mau dibawa kemana negara ini jika hilangnya rasa kepercayaan yang diberikan oleh pemilih pemula. Sebagai pemilih pemula mungkin golput akan lebih baik dibandingkan memberikan hak suaranya. Belum tentu calon legisatif yang dipilihnya akan berpihak pada rakyat.
Setiap manusia  itu adalah khalifah. Dan setiap apapun yang dikerjakan didunia akan dimintai pertanggung jawaban. Begitu juga dengan calon legislatif. Apabila mereka terpilih untuk mewakili rakyatnya di parlemen. Mereka akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak.
Bukan saja yang dipilih yang memilih pun akan dimintai pertanggung jawabannya atas memilihnya perwakilan rakyat tersebut. Jika perwakilan rakyat yang kita pilih benar-benar memihak kepada rakyat maka pahala pun akan mengalir ke kita. Jika tidak memihak ke rakyat? Bagaimana kah itu? Dosa pun rupanya akan mengalir ke kita.
Kita sebagai pemilih pemula rupanya harus cermat dan pintar dalam memilih wakil kita di parlemen. Kita harus mengetahui visi dan misi apa yang akan mereka bawakan jika kelak terpilih mewakili kita. Mereka harus tahu apa permasalahan yang cukup pelik di masyarakatnya. Kita harus pintar mencari informasi tentang calon legislatif yang akan benar-benar mewakili kita di parlemen walaupun informasi yang diberikan amat minim. Salam Demokrasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar